Loading...

PT. Surya Energi Indotama

Sei

Walikota Bandung Resmikan Saung Tenaga Surya Len dan SEI di Taman Tegallega

  • Sei

By Admin

January 19, 2022

BANDUNG (19/01) – Plt Walikota Bandung Yana Mulyana bersama Direktur Keuangan dan SDM PT Len Industri (Persero) Indarto Pamoengkas dan Direktur Utama PT SEI Bambang Iswanto meresmikan 5 (lima) unit saung tenaga surya yang dipasang di Taman Tegallega Kota Bandung pada hari Rabu (19/01).

Saung tenaga surya tersebut merupakan bantuan dari PT Len Industri (Persero) dan anak perusahaannya, PT Surya Energi Indotama (SEI) kepada Pemerintah Kota Bandung.

Yana Mulyana dalam sambutannya menjelaskan, “Semangat kebersamaan dan kolaborasi pembiayaan pembangunan saat ini sangat dibutuhkan. Sebagaimana tercantum dalam misi 5 mengembangkan pembiayaan kota yang partisipatif, kolaboratif dan terintegrasi, saat inilah kita wujudkan.”

“Atas nama pemerintah Kota Bandung saya mengucapkan terima kasih kepada PT Len Indrustri (Persero) yang telah berkontribusi memberikan bantuan berupa 5 unit  saung tenaga surya, untuk Kota Bandung yang bertempat di Taman Tegalega Kota Bandung. Kami mengharapkan momentum ini dapat memotivasi banyak pihak menjadi bagian dari upaya mengatasi masalah yang sedang kita hadapi bersama,” sambungnya.

Indarto Pamoengkas dalam sambutannya mengatakan, “Kami (Len dan SEI) akan memberikan 10 unit saung tenaga surya. Saat ini telah terpasang sebanyak 5 unit di Taman Tegallega, dan 5 unit lainnya akan menyusul.”

Kelima saung tersebar antara lain 2 titik di area Monumen Bandung Lautan Api, 2 titik di Lampions Park, dan 1 titik di area kolam renang Tirta Lega.

“Masing-masing titik saung dalam sehari mampu menghasilkan energi listrik sebesar 408 Watt Hour (WH) yang akan  disimpan dalam baterai berkapasitas 700 WH. Energi tersebut digunakan untuk lampu penerangan taman dan dapat dimanfaatkan pengunjung taman melakukan pengisian daya (charging) HP dan alat elektronika lainnya,” ujar Indarto.

Bambang Iswanto mengatakan, “Dengan ditempatkannya saung tenaga surya di taman-taman Kota Bandung tidak saja dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berkunjung ke taman. Yaitu berupa fasilitas untuk pengisian daya (charging) HP dan alat elektronika lainnya, tempat berteduh dan bersantai, tetapi juga akan menambah keindahan taman kota sekaligus salah satu bentuk edukasi pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Sehingga diharapkan masyarakat semakin tahu, peduli dan akan berusaha untuk memanfaatkan energi baru dan terbarukan dalam kehidupan kesehariannya.”

Menurut Bambang, bagi SEI tentunya menjadi penyemangat untuk terus berkarya nyata menjadikan energi surya dapat dimanfaatkan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat di manapun, kapan pun dan oleh siapa pun.

Kota Bandung dengan julukannya Kota Kembang “Paris van Java” atau Paris dari Jawa termasuk kota wisata yang memiliki banyak taman kota. Taman-taman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan maupun warga Kota Bandung sebagai tempat hiburan, terutama saat di akhir pekan.

Hal inilah yang mendasari Len dan SEI bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung serta Kedinasan terkait berinisiatif memberikan dukungan dengan membuatkan saung tenaga surya untuk dipasang di fasilitas umum taman-taman Kota Bandung.

Saung tenaga surya Len dan SEI merupakan buah karya anak bangsa yang memadukan budaya tanah Priangan, berupa saung sebagai tempat berteduh, dengan teknologi modern berupa energi terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tegallega, Oding mengatakan, “Semoga saung tenaga surya ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh para warga dan pengunjung taman-taman di Kota Bandung, khususnya di Taman Tegallega. Mari kita jaga bersama agar semakin banyak yang dapat merasakan manfaatnya.”

Penggunaan energi fosil secara terus menerus akan mengakibatkan habisnya cadangan energi fosil yang ada. Maka dari itu, sangat perlu dilakukannya dekarbonisasi, beralih menggunakan energi yang terbarukan seperti PLTS.

Dekarbonisasi adalah peralihan penggunaan bahan bakar fosil menjadi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi jumlah emisi gas rumah kaca. Dekarbonisasi dapat dicapai dengan menerapkan teknologi maupun sumber energi rendah karbon, salah satunya energi terbarukan matahari.

Adanya saung tenaga surya ini, walaupun tidak besar diharapkan dapat memberikan edukasi kepada warga tentang dekarbonisasi dan pemanfaatan energi terbarukan tenaga surya, serta dapat membantu Pemerintah Kota Bandung dalam mewujudkan Program Bandung Caang Baranang.

Hadir dalam acara peresmian hari ini yaitu Ketua Forum TJSL Kota Bandung, Binsar P.H. Naipospos, serta perwakilan Kabapelitbang dan Kadis DPKP3 Kota Bandung.

Sei

Dukung Pemberdayaan SDM Berkualitas, PT SEI dan UKRI Tanda Tangani MoU Kerjasama

  • Sei

By Admin

January 17, 2022

Bandung, (12/1/202) Telah dilaksanakan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) antara PT Surya Energi Indotama (SEI) dengan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung. Penandatanganan ini berkaitan dengan pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

MoU ini ditandatangani oleh Bambang Iswanto selaku Direktur Utama PT SEI dan Marwoto selaku Wakil Rektor 1 Universitas Kebangsaan Republik Indonesia. Acara yang dilakukan di Kantor PT SEI ini juga turut dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi PT SEI, Rindoko Dahono selaku Wakil Rektor 4 UKRI yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Len Industri (Persero), Amat Rahmat selaku Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jentot sebagai Kepala Pembelajaran Jarak Jauh, dan rombongan lainnya.

Penandatanganan MOU ini sangat disambut baik oleh kedua belah pihak. Ke depannya, diharapkan dapat terjalin kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua pihak, khususnya dalam hal pemberdayaan. Marwoto selaku Wakil Rektor UKRI di Bidang Akademik menuturkan bahwa UKRI akan menyiapkan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan konkrit dari kerjasama ini. “Kami juga nanti akan berupaya untuk ke depan membuat program-program dari prodi dan rekan-rekan sudah menyiapkan gambaran apa yang bisa kita lakukan baik itu dalam bentuk riset untuk mengembangkan kebutuhan prodi masing-masing maupun PT SEI ini sendiri”.

Kerjasama di bidang pengembangan ini pun menjadi kesempatan bagi PT SEI agar lebih menjangkau kalangan akademisi yang dapat menunjang pelaksanaan proyek dan perkantoran di ruang lingkup PT SEI. Lama daripada nota kesepahaman ini adalah selama 2 tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua pihak.

“Kegiatan kita ini memang bersifat dibidang akademis dan pengembangan, begitu. Kami sangat fleksibel. Nanti apapun yang diharapkan PT SEI, kita-kita akan menyiapkan. Temen-temen ini akan mengoptimalisasi kemampuannya”, ujar Rindoko.

Sei

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara PT Surya Energi Indotama dan PT Haleyora Power Tentang Pemasaran dan Pemasangan PLTS Atap LenSOLAR

  • Sei

By Admin

December 2, 2021

BANDUNG, (01/12/2021). Telah dilakukan Penandatanganan Perjanjian Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Surya Energi Indotama (SEI) dan PT Haleyora Power. Penandatanganan Perjanjian Nota Kesepahaman (MoU) ini berkaitan dengan PT Haleyora Power sebagai mitra pemasaran dan instalasi PLTS Atap LenSOLAR yang dimiliki oleh PT Surya Energi Indotama.

Acara ini digelar di Ruang Mandalawangi, Gedung A, PT Len Industri (Persero) sejak pukul 10.00 WIB. Turut hadir Bapak Bambang Iswanto selaku Direktur Utama PT SEI, Ibu Sinung Tri Wulandari selaku Direktur Operasi PT Haleyora Power, Bapak Ardian selaku EVP Niaga dan Pemasaran PT Haleyora Power, serta seluruh jajaran yang terlibat dari kedua perusahaan.

Kerjasama ini dilandasi oleh komitmen PT Haleyora Power dalam mewujudkan misi Lead in Global Electricity Network Service Solution (GENSS) with CARE (Customer Focused, Innovative, Reliable) dimana point Innovative yaitu mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui model bisnis inovatif berbasis teknologi dan enviromental friendly. Adapun dengan terlaksananya perjanjian ini, nantinya PT Haleyora Power dapat menjadi mitra dalam memberikan penawaran terkait pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan PLTS Atap LenSOLAR dengan penerapan teknologi terkini dan dengan mutu standar terjamin yang diterapkan oleh PT Surya Energi Indotama.

Dalam sambutan yang disampaikan, Bambang Iswanto selaku Direktur Utama PT SEI menyatakan bahwa dengan kerjasama ini, kedua perusahaan dapat memanfaatkan keunggulan  masing-masing perusahaan untuk saling melengkapi.

Melalui kerjasama ini pula,  diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk dapat memanfaatkan energi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Sei

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Dengan PT Angkasa Pura II

  • Sei

By Admin

November 27, 2021

Tangerang, 26/11/2021.  Telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara PT Angkasa Pura II  dengan KSO PT Pertamina Power Indonesia (PPI) dan PT Surya Energi Indotama (SEI). Penandatanganan ini berkaitan dengan Pekerjaan Jasa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tahap I di Lingkungan Bandar Udara PT Angkasa Pura II (Persero).

Dalam acara Penandatangan Perjanjian Pekerjaan Jasa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilakukan di area perkantoran Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta ini, turut hadir Agus Wialdi selaku Director of Engineering PT Angkasa Pura II , Norman Ginting selaku Direktur Proyek dan Operasi PT Pertamina Power Indonesia, Arief Hardoko selaku VP Business Development & Renewable Energy yang juga sebagai Representative Konsorsium PT PPI, serta Eric Agustian selaku General Manager Engineering PT SEI.

Kerjasama ini dilandasi oleh komitmen PT Angkasa Pura II untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fossil dan meningkatkan bauran energi guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Adapun pembangunan PLTS ini nantinya akan dilokasikan di tiga bandar udara PT Angkasa Pura II, yakni Bandar Udara Soekarno Hatta, Bandar Udara Kualanamu Medan, dan Bandar Udara Banyuwangi dengan total kapasitas PLTS sebesar 1.837 kWp bersistem On-Grid dan terintegrasi dengan sistem eksisting. Pelaksanaan proyek ini rencananya akan dimulai pada 1 Desember 2021 dengan waktu pengerjaan selama 150 hari.

Kerjasama ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat pembangunan di Indonesia yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi baru terbarukan yang terus dikembangkan.

Sei

Inovasi Penggunaan Panel Surya Dalam Konsep Urban Farming

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

Bandung, (14/10/2021) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung melakukan Peresmian Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Aksi Mitigasi Inflasi Hortikultura (AMIH) dan Bandung Menanam Jilid III yang bertempat di pekarangan Masjid Riyadhul Jannah Komplek De Marrakesh, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Acara yang dihadiri oleh Walikota Bandung ini sekaligus menjadi momen peluncuran teknologi terbarukan yang dinamai Solar Farming berfungsi sebagai proses bercocok tanam dalam hal ini penyiraman di lokasi Urban Farming tersebut.

Teknologi ini didukung penuh oleh PT Surya Energi Indotama dimana panel surya yang digunakan bersistem hybrid dan dikontrol melalui inverter dan baterai beroutput 220Volt. Tenaga yang dihasilkan dari PLTS inilah yang digunakan untuk menggerakkan pompa dan menyalurkan air ke tanaman.

Dalam hal ini Walikota Bandung Oded M. Danial sangat mengapresiasi penggunaan teknologi terbarukan ini sebagai pemanfaatan Urban Farming dan berharap ke depannya akan banyak kelompok lain yang turut menerapkan penggunaan teknologi tenaga surya sebagai kebutuhan bersama.

Sei

Solar Kit Generasi Pertama, Solusi Hemat Biaya Listrik di Rumah

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

Sebagai perusahaan yang telah lama bergerak di bidang energi terbarukan dan untuk menjawab tantangan dalam berkontribusi di bidang energi terbarukan, PT Surya Energi Indotama (SEI) melakukan inovasi yaitu dengan meluncurkan produk terbarunya, Solar Kit Generasi Pertama atau Solar Kit 1st Gen.

Solar kit ini merupakan PLTS On Grid atau terhubung dengan jaringan PLN, dengan sistem kerja memanfaatkan energi matahari yang diubah menjadi energi listrik, untuk digunakan pada siang hari.

Direktur Utama PT SEI Bambang Iswanto menjelaskan, kombinasi antara panel surya, mikro inverter dan rangka hidrolik ini memudahkan konsumen menginstal panel surya secara mandiri. Serta menghasilkan lebih banyak energi dengan biaya yang lebih ekonomis.

Panel surya yang digunakan adalah produksi PT Len Industri (Persero), yang merupakan induk perusahaan dari PT SEI. Sedangkan PT Len Industri adalah perusahaan BUMN berbasis teknologi yang bergerak di bidang teknologi pertahanan, transportasi kereta, energi baru terbarukan PLTS, serta ICT, dan navigasi.

“Produk ini menjadi solusi alternatif untuk menghemat biaya listrik di rumah. Keunggulan dari produk ini yaitu pemasangannya yang mudah, aman dipasang di manapun dan juga dapat dipindahkan sesuai kebutuhan,” kata Bambang melalui keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Produk ini juga sudah water resistant dengan Indeks Proteksi 65, memiliki rangka yang bisa diatur ketinggiannya untuk menghindari genangan air, dan memiliki sistem monitoring energi melalui smart adaptor yang disediakan.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, untuk satu unit produk Solar Kit Generasi Pertama, PT SEI menerapkan harga launching dari Rp6.999.999 menjadi Rp5.999.999. Harga periode launching ini berlaku mulai 10 Oktober 2021 sampai 16 Oktober 2021.

“Pembelian produk ini sudah bisa dilakukan melalui marketplace dan website www.lensolar.co.id dengan sistem pre order,” ujar Bambang.

Bambang berharap, dengan adanya produk PLTS yang compact dan ekonomis ini, bisa menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang ingin mencoba menggunakan dan beralih ke energi yang lebih bersih dimulai dengan kapasitas kecil.

(sumber: liputan6.com)

Sei

Canggih Euy! Urban Farming di Bandung Pakai Energi Matahari

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

Bandung – Canggih euy! Kata itu yang menggambarkan proses bercocok tanam di Buaruan Sehat Alami Ekonomis (SAE) P2L Riyadhul Jannah yang berada di Perumahan Demarekesh, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.
Tidak membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) banyak di lokasi urban farming ini sudah serba menggunakan teknologi dari mulai menyiram sayur yang dikendalikan menggunakan ponsel dan bisa dilakukan dari jarak jauh, hingga sumber listrik yang digunakan menggunakan solar cell atau dinamai solar farming.

Dengan menggunakan teknologi terbarukan ini, proses bercocok tanam di lokasi urban farming ini lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, dapat menghemat persediaan listrik nasional.

Teknolgi solar farming yang diterapkan di lokasi urban farming ini bekerja sama dengan PT Surya Energi Indotama atau anak perusahaan dari PT Len.

“Kita kolaborasi dengan peningkatan teknologi yang bekerja dengan PT Len dan beberapa tenaga ahli dari warga yang memiliki spesifikasi ilmu dan mengaplikasikan dalam pertanian,” kata DKM Masjid Riyadhul Jannah, Aston kepada detikcom, Kamis (14/10/2021).

“Kalau pertanian yang dulu hanya sekedar nyangkul dan semua orang bisa. Tapi bagaimana teknologi bisa diterapkan sehingga kesannya tuh kita sebut smart farming,” tambahnya.

Aston mengungkapkan, hanya melalui genggaman ponsel jaringan listrik yang menggunakan solar cell dan penyiraman sayuran bisa dilakukan, bahkan dilakukan dari jarak jauh asal ponsel kita terhubung ke jaringan internet.

“Smart farming itu adalah pengiriman dengan menggunakan teknologi, kebetulan yang sudah kita terapkan penyiraman dan pemanfaatan sumber daya energi listrik, yang biasanya kita gunakan PLN kini menggunakan pembaharuan yaitu panel surya,” ungkapnya.

Aston menyebut, banyak kelebihan yang didapatkan dengan menggunakan solar cell ini, salah satunya efisiensi energi listrik.

“Kelebihannya efisiensi penggunaan daya, yang selama inikan kita gunakan listrik PLN, kita bisa menghemat tanpa menggunakan daya PLN. Ekonomis dalam penggunaan daya,” sebutnya.

Meski demikian, dengan luasan urban farming yang ada di lokasi masjid ini, menurutnya harus ada 5 solar cell yang terpasang agar bisa memenuhi kebutuhan listriknya.

“Menghasilkan 250 watt, idealnya kapasitas seluruh ini 5 panel, karena ini baru prototype dari sisi penerapan teknologi ini bisa tepat guna kita baru menggunakan dengan skup terbatas, setelah diaplikasi bisa teruji, jika ini berhasil kita akan kerjasama dengan PT Len ditambah dayanya, sekarang satu buat penyiraman saja dalam radius 20 meter, sedangkan kita ada 200 meter kiri kanan,” jelasnya.

Indra Budi Utomo salah satu mentor PT Len untuk lokasi urban farming ini mengatakan, sumber listrik yang digunakan untuk penyiraman secara otomatis ini berasal dari energi matahari.

“Panel surya di sini sistemnya hybrid semua dikontrol melalui inverter listrik tenaga matahari, masuk ke inverter dan dikonsidikan masuk ke bank batre, nah dari bank batre itu ada output 220 volt. Ini digunakan untuk menggerakkan pompa ada dua pompa dari kolam resensi ke toren dan dari toren ke pompa pendorong untuk menyalurkan air,” ujar Indra.

Indra menuturkan, sumber listrik yang dihasilkan dari solar cell ini lebih ekonomis dibandingkan dengan menggunakan listrik PLN.

“Ini lebih ekonomis daripada naik kabel PLN, ini bisa diterapkan di mana saja untuk penggunanya. Ini bisa menjadi percontohan, kita manfaatkan kolam regensi dan menggunakan teknologi green energi ini,” tuturnya.

Dengan energi matahari, kebutuhan listri lebih hemat Foto: Wisma Putra

Indra juga menyebut, tidak perlu khawatir jika cuaca mendung karena ada bank batre maka ada sumber listrik yang tersimpan.

“Kalau enggak panas, contoh seperti ini kita punya safety faktor bank batre sebesar 1,2 KW, di mana pompa sendiri dia kapasitasnya 250 watt, sedangkan untuk penyiraman maksimal satu jam, artinya itu dari batre sendiri visa kuat 2-3 hari untuk jalan satu jam per hari, misalnya hari ini mendung tapi batre terisi hari kemarin ini tidak masalah,” paparnya.

Penerapan teknologi di lokasi urban farming diapresiasi Wali Kota Bandung Oded M Danial.

“Itu yang saya sangat banggakan, karena itu lahir dan terwujud atas ide warga Kota Bandung yang melek teknologi dan dilakukan langsung di wilayah masing-masing,” ujar Oded.

Oded meminta, agar warga Kota Nandung lainnya untuk menerapkan penggunaan teknologi di lokasi urban farmingnya.

“Saya berharap ini bisa direplikasi di wilayah lain, sehingga Bandung bisa menjadi kota, walaupun Bandung merupakan kota metropolitan tapi urusan urban farming nya keren,” pungkasnya.

(sumber: https://www.deik.com/)

Sei

Gunakan Panel Surya Milik Len, PT SEI Luncurkan Solar Kit 1st Gen

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

BANDUNG, GE – Salah satu bauran energi terbarukan, memiliki potensi yang besar adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain pemasangan mudah dan biaya investasi lebih rendah, membuat minat masyarakat melakukan pemasangan PLTS ini meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pada tahun 2018, pembangunan PLTS yang dipasang di atap masih berada di angka 1,52 MWp dan mengalami kenaikan signifikan. Hingga Juni 2021 mencapai 35,56 MWp dalam kurun waktu 3 tahun.

Dari total perkembangan pemasangan PLTS, pelanggan rumah tangga memiliki porsi yang paling besar, yaitu 3.300 pelanggan. Karena itu, minat masyarakat untuk beralih ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), terus meningkat.

Melihat hal itu, menjadi tantangan bagi PT Surya Energi Indotama (SEI).

Bambang Iswanto, Direktur Utama PT SEI menjelaskan, sebagai perusahaan lama bergerak di bidang energi terbarukan, PT SEI melakukan inovasi dengan meluncurkan produk terbarunya, Solar Kit Generasi Pertama atau Solar Kit 1st Gen.

‘Solar kit ini merupakan PLTS On-Grid atau terhubung dengan jaringan PLN, dengan sistem kerja memanfaatkan energi matahari yang diubah menjadi energi listrik, untuk digunakan pada siang hari,’ paparnya Senin (11/10/2021).

Kombinasi antara panel surya, mikro inverter dan rangka hidrolik memudahkan konsumen menginstal panel surya secara mandiri, menghasilkan lebih banyak energi dengan biaya yang lebih ekonomis.

Panel surya yang digunakan merupakan produksi PT Len Industri (Persero), induk perusahaan dari PT SEI.

‘Produk ini menjadi solusi alternatif untuk menghemat biaya listrik di rumah. Keunggulan dari produk ini yaitu pemasangannya yang mudah, aman dipasang di manapun dan juga dapat dipindahkan sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Per 1 unit produk Solar Kit Generasi Pertama, dibandrol dari Rp 6.999.999 menjadi Rp 5.999.999. *

(sumber: https://www.geliatekonomi.com/)

Sei

Kominfo Gandeng 3 Perusahaan Bangun BTS Tenaga Surya di Papua Barat

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng Konsorsium Lintas Arta-Huawei-SEI membangun Base Tranceiver Station (BTS) 4G pada daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Langkah itu sebagai upaya pembangunan dan percepatan transformasi digital untuk menciptakan pemerataan akses komunikasi di seluruh Indonesia.
“Dengan adanya BTS 4G tentunya diharapkan akan mendorong akselerasi pembangunan di daerah-daerah tersebut. Masyarakat dapat memanfaatkan sebaik-baiknya akses informasi dalam perikehidupan yang lebih terbuka dan lebih baik sehingga akan meningkatkan kesejahteraan,” kata Direktur Utama PT Surya Energi Indotama (SEI), Bambang Iswanto, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (10/10).
PT SEI adalah anak perusahaan PT Len Industri (Persero) yang khusus bergerak dalam bisnis pengembangan PLTS. Sedangkan Len Industri adalah perusahaan berbasis teknologi yang bergerak di bidang teknologi pertahanan, transportasi kereta, energy baru terbarukan, ICT dan navigasi.
PT SEI ikut andil dalam pembangunan semua BTS yang ada di Papua dan Papua Barat. Selain itu, PT SEI juga berperan sebagai Penyedia Jasa Tower dan Power (TOPO) untuk lokasi-lokasi yang sudah ditentukan.
Dalam kurun waktu di tahun 2021-2022, PT SEI Bersama Konsorsium Lintas Arta dan Huawei mendapat tugas untuk merealisasikan 1.795 Tower BTS 4G. Ditargetkan 954 lokasi pembangunan tower hingga akhir tahun 2021. Sementara untuk tahun 2022, 841 lokasi titik desa ditargetkan selesai.

Tower sekaligus BTS pertama Telkomsel di Indonesia yang dibangun pada 1995 di daerah Bukit Dangas, Batam, Kepulauan Riau. Tower diberi nama kode: BTM001 Foto: Aditya Panji/kumparan

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang Energi Terbarukan, PT SEI juga membangun PLTS bersistem Off Grid dengan kapasitas 4.5 kWp hingga 4.95 kWp pada masing-masing site untuk mendukung Supply Power terhadap perangkat-perangkat pendukung telekomunikasi. PLTS ini juga sebagai solusi untuk daerah-daerah yang belum terjangkau oleh PLN.

“Peran PLTS disini sangat vital mengingat akses listrik di daerah blankspot tersebut sangat sulit. Disini juga PLTS berperan sebagai salah satu sumber Energi Baru Terbarukan menjadikan BTS 4G yang dibangun ramah lingkungan dan juga efisien,” ujar Bambang.“Desain PLTS yang dibangun untuk BTS 4G ini juga untuk memastikan pasokan energi listrik perangkat dapat dilakukan secara terus menerus sehingga pelayanan komunikasi dapat terus dilakukan penuh selama 24 jam sehari,” tambahnya.Terkait pengelolaan dan maintenance dari site-site BTS 4G itu akan dikelola oleh Network Operation Center (NOC) yang ada di PT SEI. Site-site tersebut akan dimonitor performance dan availabilitynya selama 7×24 Jam. Apabila terjadi problem di site maka dari monitor NOC akan memberitahukan kepada konsorsium terkait untuk segera melakukan perbaikan di lapangan.

549 BTS Tersebar di 7 Kabupaten Papua Barat

Khusus untuk wilayah Papua Barat hingga saat ini pembangunan BTS 4G telah dilaksanakan dengan total 545 site VSAT yang tersebar di 7 Kabupaten antara lain Maybarat, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.“Dalam hal ini SEI merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman yang luas dalam mengatasi kendala sumber energi dan konstruksi di daerah 3T, bersama dengan anggota Konsorsium lainnya (Lintas Arta dan Huawei) tentunya menjadikan kami konsorsium yang solid dalam mengemban tugas yang diberikan oleh negara melalui BAKTI Kominfo,” terangnya.Sebagai langkah uji coba perangkat 4G secara langsung turut juga hadir Direktur Infrastruktur BAKTI Bambang Noegroho dan perwakilan Lintas Arta Alfi Asman, CEO Huawei Indonesia Jacky Chen, dan Direktur Teknik & Operasional PT SEI Fajar M. Falah yang mengikuti Video Conference di salah satu lokasi BTS 4G di Desa Iseren Kabupaten Teluk Wondama .

Pada peresmian BTS 4G di Wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat yang dilakukan secara virtual melalui Video Coference ini dihadiri juga oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, didampingi Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latief, Gubernur Papua Barat, Bupati Teluk Wondama, Bupati Tambrauw, serta para pimpinan Konsorsium Lintas Arta – Huawei Technologies – PT SEI.(sumber: www. kumparan.com)

Kontak Kami:
EnglishIndonesian