Loading...

PT. Surya Energi Indotama

Sei

Inovasi Penggunaan Panel Surya Dalam Konsep Urban Farming

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

Bandung, (14/10/2021) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung melakukan Peresmian Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Aksi Mitigasi Inflasi Hortikultura (AMIH) dan Bandung Menanam Jilid III yang bertempat di pekarangan Masjid Riyadhul Jannah Komplek De Marrakesh, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Acara yang dihadiri oleh Walikota Bandung ini sekaligus menjadi momen peluncuran teknologi terbarukan yang dinamai Solar Farming berfungsi sebagai proses bercocok tanam dalam hal ini penyiraman di lokasi Urban Farming tersebut.

Teknologi ini didukung penuh oleh PT Surya Energi Indotama dimana panel surya yang digunakan bersistem hybrid dan dikontrol melalui inverter dan baterai beroutput 220Volt. Tenaga yang dihasilkan dari PLTS inilah yang digunakan untuk menggerakkan pompa dan menyalurkan air ke tanaman.

Dalam hal ini Walikota Bandung Oded M. Danial sangat mengapresiasi penggunaan teknologi terbarukan ini sebagai pemanfaatan Urban Farming dan berharap ke depannya akan banyak kelompok lain yang turut menerapkan penggunaan teknologi tenaga surya sebagai kebutuhan bersama.

Sei

Solar Kit Generasi Pertama, Solusi Hemat Biaya Listrik di Rumah

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

Sebagai perusahaan yang telah lama bergerak di bidang energi terbarukan dan untuk menjawab tantangan dalam berkontribusi di bidang energi terbarukan, PT Surya Energi Indotama (SEI) melakukan inovasi yaitu dengan meluncurkan produk terbarunya, Solar Kit Generasi Pertama atau Solar Kit 1st Gen.

Solar kit ini merupakan PLTS On Grid atau terhubung dengan jaringan PLN, dengan sistem kerja memanfaatkan energi matahari yang diubah menjadi energi listrik, untuk digunakan pada siang hari.

Direktur Utama PT SEI Bambang Iswanto menjelaskan, kombinasi antara panel surya, mikro inverter dan rangka hidrolik ini memudahkan konsumen menginstal panel surya secara mandiri. Serta menghasilkan lebih banyak energi dengan biaya yang lebih ekonomis.

Panel surya yang digunakan adalah produksi PT Len Industri (Persero), yang merupakan induk perusahaan dari PT SEI. Sedangkan PT Len Industri adalah perusahaan BUMN berbasis teknologi yang bergerak di bidang teknologi pertahanan, transportasi kereta, energi baru terbarukan PLTS, serta ICT, dan navigasi.

“Produk ini menjadi solusi alternatif untuk menghemat biaya listrik di rumah. Keunggulan dari produk ini yaitu pemasangannya yang mudah, aman dipasang di manapun dan juga dapat dipindahkan sesuai kebutuhan,” kata Bambang melalui keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Produk ini juga sudah water resistant dengan Indeks Proteksi 65, memiliki rangka yang bisa diatur ketinggiannya untuk menghindari genangan air, dan memiliki sistem monitoring energi melalui smart adaptor yang disediakan.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, untuk satu unit produk Solar Kit Generasi Pertama, PT SEI menerapkan harga launching dari Rp6.999.999 menjadi Rp5.999.999. Harga periode launching ini berlaku mulai 10 Oktober 2021 sampai 16 Oktober 2021.

“Pembelian produk ini sudah bisa dilakukan melalui marketplace dan website www.lensolar.co.id dengan sistem pre order,” ujar Bambang.

Bambang berharap, dengan adanya produk PLTS yang compact dan ekonomis ini, bisa menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang ingin mencoba menggunakan dan beralih ke energi yang lebih bersih dimulai dengan kapasitas kecil.

(sumber: liputan6.com)

Sei

Canggih Euy! Urban Farming di Bandung Pakai Energi Matahari

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

Bandung – Canggih euy! Kata itu yang menggambarkan proses bercocok tanam di Buaruan Sehat Alami Ekonomis (SAE) P2L Riyadhul Jannah yang berada di Perumahan Demarekesh, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.
Tidak membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) banyak di lokasi urban farming ini sudah serba menggunakan teknologi dari mulai menyiram sayur yang dikendalikan menggunakan ponsel dan bisa dilakukan dari jarak jauh, hingga sumber listrik yang digunakan menggunakan solar cell atau dinamai solar farming.

Dengan menggunakan teknologi terbarukan ini, proses bercocok tanam di lokasi urban farming ini lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, dapat menghemat persediaan listrik nasional.

Teknolgi solar farming yang diterapkan di lokasi urban farming ini bekerja sama dengan PT Surya Energi Indotama atau anak perusahaan dari PT Len.

“Kita kolaborasi dengan peningkatan teknologi yang bekerja dengan PT Len dan beberapa tenaga ahli dari warga yang memiliki spesifikasi ilmu dan mengaplikasikan dalam pertanian,” kata DKM Masjid Riyadhul Jannah, Aston kepada detikcom, Kamis (14/10/2021).

“Kalau pertanian yang dulu hanya sekedar nyangkul dan semua orang bisa. Tapi bagaimana teknologi bisa diterapkan sehingga kesannya tuh kita sebut smart farming,” tambahnya.

Aston mengungkapkan, hanya melalui genggaman ponsel jaringan listrik yang menggunakan solar cell dan penyiraman sayuran bisa dilakukan, bahkan dilakukan dari jarak jauh asal ponsel kita terhubung ke jaringan internet.

“Smart farming itu adalah pengiriman dengan menggunakan teknologi, kebetulan yang sudah kita terapkan penyiraman dan pemanfaatan sumber daya energi listrik, yang biasanya kita gunakan PLN kini menggunakan pembaharuan yaitu panel surya,” ungkapnya.

Aston menyebut, banyak kelebihan yang didapatkan dengan menggunakan solar cell ini, salah satunya efisiensi energi listrik.

“Kelebihannya efisiensi penggunaan daya, yang selama inikan kita gunakan listrik PLN, kita bisa menghemat tanpa menggunakan daya PLN. Ekonomis dalam penggunaan daya,” sebutnya.

Meski demikian, dengan luasan urban farming yang ada di lokasi masjid ini, menurutnya harus ada 5 solar cell yang terpasang agar bisa memenuhi kebutuhan listriknya.

“Menghasilkan 250 watt, idealnya kapasitas seluruh ini 5 panel, karena ini baru prototype dari sisi penerapan teknologi ini bisa tepat guna kita baru menggunakan dengan skup terbatas, setelah diaplikasi bisa teruji, jika ini berhasil kita akan kerjasama dengan PT Len ditambah dayanya, sekarang satu buat penyiraman saja dalam radius 20 meter, sedangkan kita ada 200 meter kiri kanan,” jelasnya.

Indra Budi Utomo salah satu mentor PT Len untuk lokasi urban farming ini mengatakan, sumber listrik yang digunakan untuk penyiraman secara otomatis ini berasal dari energi matahari.

“Panel surya di sini sistemnya hybrid semua dikontrol melalui inverter listrik tenaga matahari, masuk ke inverter dan dikonsidikan masuk ke bank batre, nah dari bank batre itu ada output 220 volt. Ini digunakan untuk menggerakkan pompa ada dua pompa dari kolam resensi ke toren dan dari toren ke pompa pendorong untuk menyalurkan air,” ujar Indra.

Indra menuturkan, sumber listrik yang dihasilkan dari solar cell ini lebih ekonomis dibandingkan dengan menggunakan listrik PLN.

“Ini lebih ekonomis daripada naik kabel PLN, ini bisa diterapkan di mana saja untuk penggunanya. Ini bisa menjadi percontohan, kita manfaatkan kolam regensi dan menggunakan teknologi green energi ini,” tuturnya.

Dengan energi matahari, kebutuhan listri lebih hemat Foto: Wisma Putra

Indra juga menyebut, tidak perlu khawatir jika cuaca mendung karena ada bank batre maka ada sumber listrik yang tersimpan.

“Kalau enggak panas, contoh seperti ini kita punya safety faktor bank batre sebesar 1,2 KW, di mana pompa sendiri dia kapasitasnya 250 watt, sedangkan untuk penyiraman maksimal satu jam, artinya itu dari batre sendiri visa kuat 2-3 hari untuk jalan satu jam per hari, misalnya hari ini mendung tapi batre terisi hari kemarin ini tidak masalah,” paparnya.

Penerapan teknologi di lokasi urban farming diapresiasi Wali Kota Bandung Oded M Danial.

“Itu yang saya sangat banggakan, karena itu lahir dan terwujud atas ide warga Kota Bandung yang melek teknologi dan dilakukan langsung di wilayah masing-masing,” ujar Oded.

Oded meminta, agar warga Kota Nandung lainnya untuk menerapkan penggunaan teknologi di lokasi urban farmingnya.

“Saya berharap ini bisa direplikasi di wilayah lain, sehingga Bandung bisa menjadi kota, walaupun Bandung merupakan kota metropolitan tapi urusan urban farming nya keren,” pungkasnya.

(sumber: https://www.deik.com/)

Sei

Gunakan Panel Surya Milik Len, PT SEI Luncurkan Solar Kit 1st Gen

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

BANDUNG, GE – Salah satu bauran energi terbarukan, memiliki potensi yang besar adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain pemasangan mudah dan biaya investasi lebih rendah, membuat minat masyarakat melakukan pemasangan PLTS ini meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pada tahun 2018, pembangunan PLTS yang dipasang di atap masih berada di angka 1,52 MWp dan mengalami kenaikan signifikan. Hingga Juni 2021 mencapai 35,56 MWp dalam kurun waktu 3 tahun.

Dari total perkembangan pemasangan PLTS, pelanggan rumah tangga memiliki porsi yang paling besar, yaitu 3.300 pelanggan. Karena itu, minat masyarakat untuk beralih ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), terus meningkat.

Melihat hal itu, menjadi tantangan bagi PT Surya Energi Indotama (SEI).

Bambang Iswanto, Direktur Utama PT SEI menjelaskan, sebagai perusahaan lama bergerak di bidang energi terbarukan, PT SEI melakukan inovasi dengan meluncurkan produk terbarunya, Solar Kit Generasi Pertama atau Solar Kit 1st Gen.

‘Solar kit ini merupakan PLTS On-Grid atau terhubung dengan jaringan PLN, dengan sistem kerja memanfaatkan energi matahari yang diubah menjadi energi listrik, untuk digunakan pada siang hari,’ paparnya Senin (11/10/2021).

Kombinasi antara panel surya, mikro inverter dan rangka hidrolik memudahkan konsumen menginstal panel surya secara mandiri, menghasilkan lebih banyak energi dengan biaya yang lebih ekonomis.

Panel surya yang digunakan merupakan produksi PT Len Industri (Persero), induk perusahaan dari PT SEI.

‘Produk ini menjadi solusi alternatif untuk menghemat biaya listrik di rumah. Keunggulan dari produk ini yaitu pemasangannya yang mudah, aman dipasang di manapun dan juga dapat dipindahkan sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Per 1 unit produk Solar Kit Generasi Pertama, dibandrol dari Rp 6.999.999 menjadi Rp 5.999.999. *

(sumber: https://www.geliatekonomi.com/)

Sei

Kominfo Gandeng 3 Perusahaan Bangun BTS Tenaga Surya di Papua Barat

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng Konsorsium Lintas Arta-Huawei-SEI membangun Base Tranceiver Station (BTS) 4G pada daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Langkah itu sebagai upaya pembangunan dan percepatan transformasi digital untuk menciptakan pemerataan akses komunikasi di seluruh Indonesia.
“Dengan adanya BTS 4G tentunya diharapkan akan mendorong akselerasi pembangunan di daerah-daerah tersebut. Masyarakat dapat memanfaatkan sebaik-baiknya akses informasi dalam perikehidupan yang lebih terbuka dan lebih baik sehingga akan meningkatkan kesejahteraan,” kata Direktur Utama PT Surya Energi Indotama (SEI), Bambang Iswanto, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (10/10).
PT SEI adalah anak perusahaan PT Len Industri (Persero) yang khusus bergerak dalam bisnis pengembangan PLTS. Sedangkan Len Industri adalah perusahaan berbasis teknologi yang bergerak di bidang teknologi pertahanan, transportasi kereta, energy baru terbarukan, ICT dan navigasi.
PT SEI ikut andil dalam pembangunan semua BTS yang ada di Papua dan Papua Barat. Selain itu, PT SEI juga berperan sebagai Penyedia Jasa Tower dan Power (TOPO) untuk lokasi-lokasi yang sudah ditentukan.
Dalam kurun waktu di tahun 2021-2022, PT SEI Bersama Konsorsium Lintas Arta dan Huawei mendapat tugas untuk merealisasikan 1.795 Tower BTS 4G. Ditargetkan 954 lokasi pembangunan tower hingga akhir tahun 2021. Sementara untuk tahun 2022, 841 lokasi titik desa ditargetkan selesai.

Tower sekaligus BTS pertama Telkomsel di Indonesia yang dibangun pada 1995 di daerah Bukit Dangas, Batam, Kepulauan Riau. Tower diberi nama kode: BTM001 Foto: Aditya Panji/kumparan

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang Energi Terbarukan, PT SEI juga membangun PLTS bersistem Off Grid dengan kapasitas 4.5 kWp hingga 4.95 kWp pada masing-masing site untuk mendukung Supply Power terhadap perangkat-perangkat pendukung telekomunikasi. PLTS ini juga sebagai solusi untuk daerah-daerah yang belum terjangkau oleh PLN.

“Peran PLTS disini sangat vital mengingat akses listrik di daerah blankspot tersebut sangat sulit. Disini juga PLTS berperan sebagai salah satu sumber Energi Baru Terbarukan menjadikan BTS 4G yang dibangun ramah lingkungan dan juga efisien,” ujar Bambang.“Desain PLTS yang dibangun untuk BTS 4G ini juga untuk memastikan pasokan energi listrik perangkat dapat dilakukan secara terus menerus sehingga pelayanan komunikasi dapat terus dilakukan penuh selama 24 jam sehari,” tambahnya.Terkait pengelolaan dan maintenance dari site-site BTS 4G itu akan dikelola oleh Network Operation Center (NOC) yang ada di PT SEI. Site-site tersebut akan dimonitor performance dan availabilitynya selama 7×24 Jam. Apabila terjadi problem di site maka dari monitor NOC akan memberitahukan kepada konsorsium terkait untuk segera melakukan perbaikan di lapangan.

549 BTS Tersebar di 7 Kabupaten Papua Barat

Khusus untuk wilayah Papua Barat hingga saat ini pembangunan BTS 4G telah dilaksanakan dengan total 545 site VSAT yang tersebar di 7 Kabupaten antara lain Maybarat, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.“Dalam hal ini SEI merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman yang luas dalam mengatasi kendala sumber energi dan konstruksi di daerah 3T, bersama dengan anggota Konsorsium lainnya (Lintas Arta dan Huawei) tentunya menjadikan kami konsorsium yang solid dalam mengemban tugas yang diberikan oleh negara melalui BAKTI Kominfo,” terangnya.Sebagai langkah uji coba perangkat 4G secara langsung turut juga hadir Direktur Infrastruktur BAKTI Bambang Noegroho dan perwakilan Lintas Arta Alfi Asman, CEO Huawei Indonesia Jacky Chen, dan Direktur Teknik & Operasional PT SEI Fajar M. Falah yang mengikuti Video Conference di salah satu lokasi BTS 4G di Desa Iseren Kabupaten Teluk Wondama .

Pada peresmian BTS 4G di Wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat yang dilakukan secara virtual melalui Video Coference ini dihadiri juga oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, didampingi Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latief, Gubernur Papua Barat, Bupati Teluk Wondama, Bupati Tambrauw, serta para pimpinan Konsorsium Lintas Arta – Huawei Technologies – PT SEI.(sumber: www. kumparan.com)

Sei

Kunjungan Komisi VII DPR RI, Kemenperin dan KESDM ke PT. Len Industri (Persero)

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

Bandung (09/09/2021) – Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT. Len Industri (Persero) yang juga dihadiri oleh Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM. Dalam hal ini PT. Surya Energi Indonesia sebagai anak perusahaan PT. Len Industri (Persero) yang bergerak dalam bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) juga turut hadir mendampingi.

Kunjungan ini diisi dengan paparan dan diskusi terkait pengembangan industri manufaktur solar cell serta peninjauan on site pabrikasi modul surya buatan PT. Len Industri (Persero).
Salah satu bentuk dukungan Komisi VII DPR RI dalam bidang energi terbarukan yakni dengan adanya anggota Dyah Roro Esti yang telah menggunakan PLTS atap dari produk LenSOLAR milik PT. Surya Energi Indotama.

Hingga akhir tahun 2020, kapasitas nasional PLTS terpasang masih kurang dari 200MWp. Dari jumlah tersebut PT. Len Industri bersama PT. Surya Energi Indotama (SEI) telah berkontribusi memasang sistem tenaga surya sebesar 42,6MWp atau sekitar 24% dari total terpasang.

Sei

Penyerahan Bantuan Hewan Kurban Untuk Masyarakat Sekitar PT. Surya Energi Indotama

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

Bandung (19/07/2021) – Senin, PT. Surya Energi Indotama (SEI) menyerahkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat sekitar Kelurahan Kebon Lega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1441H yang jatuh pada tanggal 20 Juli 2021 PT. Surya Energi Indotama menyerahkan bantuan yakni satu ekor sapi kepada Masjid Jammi Miftahurrahman dan Masjid Ar-Rahim Kelurahan Kebon Lega.

Penyerahan hewan kurban ini dilakukan oleh Bpk. Fajar Miftahul Falah (Direktur Teknik dan Operasi), Bpk. I Made Sandika Dwiantara (Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis), dan juga Bpk. Fian Grafiana Daud (General Manager SDM/Umum) kepada perwakilan masyarakat Kelurahan Kebon Lega yakni Ibu Lisna selaku Ketua RT001 / RW004.

Dengan diserahkannya bantuan hewan kurban ini semoga bisa membantu masyarakat sekitar dimasa pandemi seperti sekarang, dan juga menjadi berkah tersendiri untuk PT. Surya Energi Indotama.

Sei

Halal Bihalal PT. Surya Energi Indotama

  • Sei

By Admin

October 28, 2021

Bandung, 17/05/21 PT. Surya Energi Indotama mengadakan Halal Bihalal bersama jajaran direksi dan seluruh karyawan yang ada. Kegiatan ini dilakukan di hari pertama bekerja yang juga masih dalam suasana Idul Fitri 1442 H. Dalam sambutan singkatnya Bapak Bambang Iswanto selaku Direktur Utama PT. Surya Energi Indotama menyampaikan perihal larangan pemerintah untuk tidak mudik guna melindungi orang-orang disekitar kita dan juga tetap mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada. Kegiatan Halal Bihalal ini dilaksanakan di area solar farm dan berlangsung lancar.

Kontak Kami:
EnglishIndonesian