Kominfo Gandeng 3 Perusahaan Bangun BTS Tenaga Surya di Papua Barat

Kominfo Gandeng 3 Perusahaan Bangun BTS Tenaga Surya di Papua Barat

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng Konsorsium Lintas Arta-Huawei-SEI membangun Base Tranceiver Station (BTS) 4G pada daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Langkah itu sebagai upaya pembangunan dan percepatan transformasi digital untuk menciptakan pemerataan akses komunikasi di seluruh Indonesia.
“Dengan adanya BTS 4G tentunya diharapkan akan mendorong akselerasi pembangunan di daerah-daerah tersebut. Masyarakat dapat memanfaatkan sebaik-baiknya akses informasi dalam perikehidupan yang lebih terbuka dan lebih baik sehingga akan meningkatkan kesejahteraan,” kata Direktur Utama PT Surya Energi Indotama (SEI), Bambang Iswanto, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (10/10).
PT SEI adalah anak perusahaan PT Len Industri (Persero) yang khusus bergerak dalam bisnis pengembangan PLTS. Sedangkan Len Industri adalah perusahaan berbasis teknologi yang bergerak di bidang teknologi pertahanan, transportasi kereta, energy baru terbarukan, ICT dan navigasi.
PT SEI ikut andil dalam pembangunan semua BTS yang ada di Papua dan Papua Barat. Selain itu, PT SEI juga berperan sebagai Penyedia Jasa Tower dan Power (TOPO) untuk lokasi-lokasi yang sudah ditentukan.
Dalam kurun waktu di tahun 2021-2022, PT SEI Bersama Konsorsium Lintas Arta dan Huawei mendapat tugas untuk merealisasikan 1.795 Tower BTS 4G. Ditargetkan 954 lokasi pembangunan tower hingga akhir tahun 2021. Sementara untuk tahun 2022, 841 lokasi titik desa ditargetkan selesai.

Tower sekaligus BTS pertama Telkomsel di Indonesia yang dibangun pada 1995 di daerah Bukit Dangas, Batam, Kepulauan Riau. Tower diberi nama kode: BTM001 Foto: Aditya Panji/kumparan

 

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang Energi Terbarukan, PT SEI juga membangun PLTS bersistem Off Grid dengan kapasitas 4.5 kWp hingga 4.95 kWp pada masing-masing site untuk mendukung Supply Power terhadap perangkat-perangkat pendukung telekomunikasi. PLTS ini juga sebagai solusi untuk daerah-daerah yang belum terjangkau oleh PLN.

“Peran PLTS disini sangat vital mengingat akses listrik di daerah blankspot tersebut sangat sulit. Disini juga PLTS berperan sebagai salah satu sumber Energi Baru Terbarukan menjadikan BTS 4G yang dibangun ramah lingkungan dan juga efisien,” ujar Bambang.

“Desain PLTS yang dibangun untuk BTS 4G ini juga untuk memastikan pasokan energi listrik perangkat dapat dilakukan secara terus menerus sehingga pelayanan komunikasi dapat terus dilakukan penuh selama 24 jam sehari,” tambahnya.
Terkait pengelolaan dan maintenance dari site-site BTS 4G itu akan dikelola oleh Network Operation Center (NOC) yang ada di PT SEI. Site-site tersebut akan dimonitor performance dan availabilitynya selama 7×24 Jam. Apabila terjadi problem di site maka dari monitor NOC akan memberitahukan kepada konsorsium terkait untuk segera melakukan perbaikan di lapangan.

549 BTS Tersebar di 7 Kabupaten Papua Barat

Khusus untuk wilayah Papua Barat hingga saat ini pembangunan BTS 4G telah dilaksanakan dengan total 545 site VSAT yang tersebar di 7 Kabupaten antara lain Maybarat, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.
“Dalam hal ini SEI merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman yang luas dalam mengatasi kendala sumber energi dan konstruksi di daerah 3T, bersama dengan anggota Konsorsium lainnya (Lintas Arta dan Huawei) tentunya menjadikan kami konsorsium yang solid dalam mengemban tugas yang diberikan oleh negara melalui BAKTI Kominfo,” terangnya.
Sebagai langkah uji coba perangkat 4G secara langsung turut juga hadir Direktur Infrastruktur BAKTI Bambang Noegroho dan perwakilan Lintas Arta Alfi Asman, CEO Huawei Indonesia Jacky Chen, dan Direktur Teknik & Operasional PT SEI Fajar M. Falah yang mengikuti Video Conference di salah satu lokasi BTS 4G di Desa Iseren Kabupaten Teluk Wondama .

Pada peresmian BTS 4G di Wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat yang dilakukan secara virtual melalui Video Coference ini dihadiri juga oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, didampingi Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latief, Gubernur Papua Barat, Bupati Teluk Wondama, Bupati Tambrauw, serta para pimpinan Konsorsium Lintas Arta – Huawei Technologies – PT SEI.

Tinggalkan Balasan